Antara Mark Widjaja, mobil, dan desain sepertinya sudah menjadi rangkaian takdir yang tak dapat dipisahkan. Bahkan bisa dibilang bagaikan payung yang selalu menaungi kehidupan pemuda ini. Ayah Mark adalah pemilik sebuah perusahaan karoseri mobil di Surabaya.
“Kalau ditanya sejak kapan resminya saya mulai mendesain mobil, sejak lulus kuliah di Institut Teknologi Surabaya (ITS). Tapi kalau ditanya sejak kapan mulai menggambar mobil, sejak kecil di usia 5 tahun. Almarhum ayah saya pemilik karoseri, hampir tiap hari menggambar mobil dan itu setidaknya menjadi pemandangan saya sehari-hari,” ujarnya kepada BanggaBerubah.com.
Usaha karoseri orang tuanya kerap melibatkan tangan-tangan terampil dalam membuat sketsa hingga terjadinya proses produksi. Bedanya, sketsa ala karoseri dibuat dengan peralatan gambar sederhana, sedangkan sketsa mobil betulan menggunakan teknologi canggih guna mendapatkan hasil presisi.
Talenta Mark memang sudah terasah sejak kanak-kanak. Talenta ini pula yang akhirnya membuat Mark muda memutuskan kuliah di Fakultas Teknik Industri ITS dan merintis karier sebagai Research & Development di PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Desainer Mobil Nasional dan Internasional
Mungkin, Mark Widjaja lebih banyak dikenal sebagai desainer Daihatsu A-Concept. Padahal, kiprah Mark dalam desain produk-produk Daihatsu sejatinya telah berlangsung sejak model-model sebelumnya.
Pemilik Daihatsu Terios keluaran 2011 awal, coba perhatikan bentuk gril-nya. Tak banyak yang tahu desain gril yang terlebih dulu digunakan pada Daihatsu Be-Go itu adalah hasil rancangan Mark. Begitu pula dengan bentuk bagian belakang SUV yang hanya dipasarkan di Jepang tersebut. Pun Xenia Crossover Concept yang dipasarkan di China merupakan salah satu hasil imajinasinya.
Begitu juga dengan desain rupa Daihatsu Move edisi 2011, pria ini pula yang mendesain mobil berdimensi mungil tersebut. Bahkan Luxio Premium warna merah yang mempertontonkan pesonanya di booth Daihatsu di ajang IIMS 2011 merupakan hasil karyanya. Luxio berhasil naik beberapa level menuju tingkatan premium berkat tangan dingin pria yang mulai bekerja di ADM sejak 2003. Modifikasi yang dilakukannya banyak diakui kualitasnya dan membuat Luxio tampak sangat berbeda.

Perfeksionis
Seperti umumnya desainer, pria yang pernah menimba ilmu di Jepang ini sangat teliti dan cenderung perfeksionis. Dalam membuat sebuah karya, ia mengaku tak akan pernah merasa puas jika produk yang dihasilkannya belum mampu memuaskan hatinya atau sempurna.
Contohnya ketika A-Concept diputuskan untuk dibuat sebagai mobil konsep. Ia pun merasa harus mengawal penuh pembuatan mobil yang berhasil mengalahkan dua konstestan lainnya dalam sebuah sayembara buatan Daihatsu Motor Company. Mark pula yang mengerjakan clay A-Concept hingga kelahirannya.
“Desain mobil ini berbasis pada empat unsur yaitu proportion, architecture, surface, dan something special. Semua unsur ini ada pada A-Concept dan membuatnya berbeda dengan city car pada umumnya,” tuturnya dengan logat jawa kental.
Dari penampilan Mark yang terlihat modern, ternyata ada satu sisi retroisme yang dimilikinya. Bahkan sisi retro ini terbilang unik. Ketika ditanya desain mobil apa yang paling digemari, dengan mantap ia menjawab, “Saya suka mobil yang dinilai orang membosankan,” ucapnya tanpa menyebut merek atau varian dari mobil yang dimaksud.

Be Passionate
Ketika kami tanyakan dari mana ia biasanya mendapatkan inspirasi dalam merancang sebuah mobil. Ia menjawab, “Inspirasi bisa dari dua hal besar. Pertama, bisa jadi apa yang digambar adalah hasil compilation dari pengalaman melihat mobil selama ini yang kemudian di-mix dengan prediksi trend beberapa tahun ke depan. Tapi bisa jadi yang kedua adalah diawali dari hal-hal yang bersifat non-car related product, yang kemudian dikembangkan,”ujarnya.
Seperti juga halnya fashion, desain mobil selalu mengikuti perubahan dalam rentang waktu yang cukup singkat. Hal ini pun dirasakan oleh pria ramah tersebut. Ia menyebutkan bahwa perubahan harus dihadapi sebagai sebuah tantangan. “Zaman berubah, tren berubah, kita juga perlu menyesuaikan diri tanpa meninggalkan fix points yang memang sudah dirasa baik dari dalam kita.”
Lalu, adakah pesan yang ingin disampaikannya kepada anak muda bangsa yang ingin mengikuti jejaknya? “Be passionate on car design dan usahakan untuk selalu haus terhadap hal-hal yang berhubungan dengan mobil,”jelas pria berkacamata ini. Ia mengaku sangat menyukai quote Walt Disney. “First, think. Second, believe. Third, dream. And finally, dare.”