Pada tahun 2015, ketika sejumlah kota lain mengalami perlambatan sektor properti, menurut rilis Bank Indonesia, Makassar malah menunjukkan tren berbeda. Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini justru menunjukkan peningkatan harga tanah dan properti perumahan sebesar 5%.

Harus diakui kota itu telah mengalami begitu banyak perubahan hingga menuai sejumlah prestasi, terutama kini di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Danny Pomanto. Sejumlah gebrakan yang ia lakukan berangsur-angsur membuat Makassar lebih maju. Tidak hanya menghasilkan indeks kenyamanan tertinggi bagi warga kota, gebrakannya juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota dan membuka pintu kota itu terhadap pergaulan dunia.


LPPD Terbaik
Dari upaya yang dilakukan pemerintah Makassar, kota tersebut berhasil meraih predikat Kota Berkinerja Terbaik atau Tertinggi Nasional pada peringatan Hari Otonomi Daerah XXI tahun 2017 yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur pada 24 April 2017 lalu. Predikat penghargaan yang diraih Makassar mengungguli sembilan kota besar lainnya di Indonesia, seperti Surabaya, Samarinda, Mojokerto, dan Bandung.

Prestasi tersebut diraih berkat dukungan masyarakat dan perangkat daerah yang bersama-sama membangun demi pencapaian dan peningkatan berbagai program unggulan. Misalnya, hadirnya program Badan Usaha Lorong (BUL) dengan cabai sebagai komoditi utama yang bertujuan untuk menekan inflasi dalam negeri, serta hadirnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menyejahterakan masyarakat Lorong.

“Keberhasilan yang diraih Kota Makssar merupakan jerih payah seluruh komponen masyarakat, jajaran pemerintah Kota Makassar, dan pemangku kepentingan yang bersinergi untuk mendorong percepatan kemajuan daerah. Inilah pencapaian bersama,” ujar Danny.


Lorong Garden

Salah satu program unggulan Makassar yaitu Lorong Garden. Program tersebut untuk memperbaiki kondisi lorong-lorong di Kota Makassar yang tadinya kumuh dan kerap menimbulkan penyakit, kini menjadi lorong yang asri, sejuk, indah dan nyaman.

Uniknya, pihak Pemkot bahkan menginisiasi Program Budidaya Cabai di tingkat Kelurahan dan menjadikan lorong-lorong sentral budidaya. Program tersebut telah dilakukan di Kecamatan Mariso, Makassar, yang telah menjalankan bimbingan teknis pelaksanaan program budidaya cabai. Bibit cabai yang disiapkan sebanyak 6.000 dan akan didistribusikan ke seluruh kelompok tani lorong. Hasilnya nanti akan disalurkan melalui koperasi.

Disampaikan Danny Pomanto pada saat refleksi setahun pemerintahan Kota Makassar di Hotel Gammara, Makassar, Desember lalu, hasil program tersebut adalah dari 7.500 lorong atau gang di Kota Makassar, 60 persennya sudah menjadi rindang dan asri sehingga lingkungan pun menjadi bersih.


Prestasi ke Prestasi
Masih banyak program lain yang diluncurkan Makassar sejak tahun 2014 lalu, mulai dari kartu cerdas yang memiliki fungsi sebagai basis data dan alat transaksi, menyelenggarakan Festival F8 (Film, Food, Flora, Fine Art, Fusion Jazz, dan Fiction Writer), hingga mengembangkan War Room atau operation room berupa CCTV yang bisa memantau aktivitas warga di 103 titik kota Makassar.

Hasil dari seluruh upaya dan kerja keras tersebut, Makassar semakin banyak saja mengoleksi prestasi terutama di tingkat nasional. Beberapa di antaranya penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik tingkat Nasional, Pencegahan Kebakaran terbaik oleh Kemendagri, inovasi pelayanan ‘Homecare’ dalam ajang 35 Top Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2016, penghargaan Adipura Kirana kategori Kota Metropolitan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Selain itu, e-Planning Kota Makassar dijadikan sebagai salah satu percontohan oleh KPK.