Berawal dari lembaga pelatihan bahasa Inggris ELTI yang kemudian digabung dengan beberapa staf di BSW (Bangun Satya Wacana), sebuah penyedia kurikulum TIK untuk pelajar sekolah, lahirlah Gramedia Academy pada 2015, sebuah bisnis baru yang menawarkan berbagai lokakarya dan pelatihan berbagai ilmu.
Divisi Education dari grup publishing Gramedia juga melihat begitu banyak buku terbitan Gramedia yang kontennya layak dikembangkan menjadi sebuah lokakarya menarik. “Kami melihat kalau buku-buku ini bila dikembangkan bisa menjadi satu konten berbayar. Dan sejauh ini belum ada bisnis yang mengembangkan buku menjadi sebuah lokakarya,” jelas Beni Dwi Nursetyo, Gramedia Academy Manager.
Dari buku-buku ini tim material development di Gramedia Academy membedah lebih lanjut dan menjadikannya sebuah modul pelatihan. Tidak semua isi buku bisa dijadikan modul pelatihan, bisa sebagian atau beberapa bagian yang penting saja. Bahkan kadang ditambah lagi dengan masukan dari sang penulis.
Pemilihan buku-buku ini didasarkan hasil riset internal tentang isu apa saja yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Tim training dan development mengkaji juga dari hasil penjualan buku dan tren apa yang sedang terjadi di masyarakat. Dari situ diformulasikan lokakarya yang cocok dan diminati oleh masyarakat.
Para penulis yang bukunya sudah diterbitkan oleh Gramedia ini kemudian dihubungi oleh Gramedia Academy. Mereka ditawari untuk menjadi associate trainer. Tidak semua penulis memiliki kapasitas dan kemampuan sebagai seorang trainer, karena itu mereka mendapatkan panduan terlebih dahulu.


Lokakarya Profesional Sangat Diminati
Ada tiga bagian dalam Gramedia Academy ini yaitu ELTI, Gramedia Profesional, dan Gramedia Lifestyle. ELTI yang merupakan pengajaran dalam bahasa Inggris, sekarang lebih fokus pada pengajaran bahasa Inggris bagi para profesional. ELTI masih terus dipertahankan oleh Gramedia Academy karena merupakan latar belakang berkembangnya akademi ini. Gramedia Profesional fokus pada tema-tema professional management dan Gramedia Lifesyle lebih pada tema-tema personal development.
Setiap bulan Gramedia Academy rutin melakukan public training dengan berbagai tema. Misalnya untuk Gramedia Profesional, training yang ditawarkan antara lain, bisnis networking skill, change management, dan coaching score management. Menurut Beni, pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan profesional ini paling banyak diminati. Bisa jadi karena sesuai dengan target market Gramedia Academy yaitu fresh graduate hingga junior management dengan range umur antara 20 tahun hingga 35 tahun. Sedangkan untuk Gramedia Lifestyle umumnya lokakarya yang ditawarkan berkaitan dengan kuliner, kursus, dan aneka hobi. Salah satu lokakarya dengan animo tinggi adalah lokakarya membuat games. Untuk mengikuti lokakarya ini, peserta harus mendaftarkan diri di website Gramedia Academy dengan membayar sejumlah biaya lokakarya.
Gramedia Academy juga mengadakan event Coffee Talk. Event ini sifatnya lebih tertutup, mengundang sejumlah perusahaan dan penulis dengan satu tema tertentu. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep Gramedia Academy dan tentu saja menjaring lebih banyak peserta lokakarya.
Selain dua event ini, Gramedia Academy juga menerima in house training dari beberapa perusahaan dengan tema menyesuaikan kebutuhan mereka.



Perlu Membangun Networking
Sebagai bisnis yang baru lahir, tentu banyak tantangan yang dihadapi. “Tantangan terbesar mungkin dari dalam. Bagaimana Gramedia Academy mampu mengekspos dan mengembangkan isu-isu sulit yang dibutuhkan masyarakat. Karena kebanyakan tim di sini latar belakangnya adalah pengajaran Bahasa Inggris,” jelas Beni. Tantangan lain adalah membangun networking. Walau Gramedia Academy punya keunikan dalam mengembangkan lokakarya dari buku yang diterbitkan, tapi pada dasarnya industri training provider adalah industri yang sudah lama dan sudah banyak pula pemainnya.
Tantangan dari luar pun tidak kalah beratnya. Dengan umurnya yang masih muda ini belum banyak orang yang tahu soal Gramedia Academy. Selama ini orang hanya tahu Gramedia adalah toko buku dan menyediakan buku-buku saja. Semoga di masa yang akan datang, dengan semakin banyaknya lokakarya yang dilakukan, semakin banyak pula orang yang tahu tentang Gramedia Academy.